Aktris Aurelie Moeremans tengah menjadi perbincangan hangat setelah meluncurkan buku memoar berjudul “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth”. Buku yang dirilis pada akhir tahun 2025 ini berisi kisah hidupnya di masa lalu yang jarang diketahui publik. Sebelumnya, Aurelie sempat membagikan pengalaman pribadinya melalui media sosial Facebook, termasuk cerita tentang sisi kelam dan sensitif dalam hubungan yang pernah ia jalani. Keberaniannya menuangkan kisah tersebut ke dalam bentuk tulisan membuat banyak pembaca tersentuh, sekaligus memunculkan simpati dan dukungan dari berbagai kalangan.
Aurelie Alida Marie Moeremans lahir di Brussel, Belgia, pada 8 Agustus 1993. Ia dikenal sebagai sosok perempuan bertalenta dengan kemampuan di berbagai bidang, mulai dari modeling, seni peran, musik, hingga kepenulisan. Masa kecilnya dihabiskan bersama keluarga di Belgia. Memasuki usia remaja, Aurelie mengikuti ajang pencarian bakat yang kemudian membuka jalannya menuju industri hiburan Tanah Air. Sejak saat itu, namanya mulai dikenal luas berkat kemampuannya sebagai model, hingga menarik perhatian berbagai production house untuk membintanginya dalam iklan, sinetron, dan film. Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya antara lain “Cinta Putri”, “Putri yang Ditukar”, dan “Kupilih Cinta”. Ia juga membintangi sejumlah film seperti “Jinx”, “Cinta Pertamaku”, dan “Story of Kale: When Someone’s in Love”.
Aurelie Moeremans resmi menikah dengan Tyler Bigenho pada 30 Desember 2024. Pernikahan tersebut digelar dalam dua tahap, yakni pencatatan sipil secara formal dan resepsi yang berlangsung secara intim di Amerika Serikat, hanya dihadiri keluarga serta sahabat terdekat. Saat ini, pasangan ini tengah menantikan kehadiran anak pertama mereka. Momen gender reveal pun sempat dibagikan melalui akun Instagram pribadi, yang mengungkap bahwa mereka akan dikaruniai seorang anak laki-laki.
“Broken Strings” merupakan buku memoar yang ditulis Aurelie dari sudut pandang seorang korban. Melalui karya ini, ia mengisahkan perjalanan hidupnya sejak usia 15 tahun, saat menjalin hubungan dengan pria yang usianya jauh lebih dewasa. Judul lengkap buku Broken Strings: “Kepingan Masa Muda yang Patah” merefleksikan pengalaman pahit yang ia alami, termasuk menjadi korban grooming. Buku ini ditulis sebagai bentuk edukasi, empati, sekaligus dukungan bagi para korban kekerasan dalam relasi. Memoar tersebut dirilis secara gratis dalam bentuk e-book dengan dua pilihan bahasa, Indonesia dan Inggris. Selain itu, versi cetak buku ini juga direncanakan terbit dan telah dibuka masa pre-order mulai 13 Januari 2026 melalui akun Instagram @oharabooks.
Melalui perilisan “Broken Strings”, Aurelie berharap kisahnya dapat menjadi langkah awal bagi dirinya dan orang lain yang memiliki pengalaman serupa untuk berani bersuara. Dukungan yang mengalir dari publik pun menjadi sumber kekuatan dan rasa aman dalam proses penyembuhan yang ia jalani. Banyak pihak memberikan dukungan atas keberanian Aurelie dalam membuka kisah pribadinya. Diharapkan, dengan adanya buku ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga diri dari hubungan yang tidak sehat semakin meningkat.






















