Harga Emas Naik Didorong Pembelian Bank Sentral Global

BisnisFeaturedNasional
Views: 6

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan harga emas ekspor naik pada awal Maret 2026.

Pemicunya adalah pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan detailnya.

Harga Patokan Ekspor (HPE) emas naik menjadi 161.568,53 dolar AS per kilogram.

Sebelumnya, HPE emas berada di angka 159.475,43 dolar AS per kilogram.

Harga referensi emas juga mengalami kenaikan menjadi 5.025,35 dolar AS per troy ounce.

Sebelumnya, harga referensi emas adalah 4.960,24 dolar AS per troy ounce.

Tommy menyebut kenaikan ini akibat permintaan safe-haven dan pembelian bank sentral.

Hal ini terjadi di tengah tantangan ekonomi global yang semakin meningkat.

Sementara itu, HPE konsentrat tembaga turun tipis 0,12 persen.

Untuk periode yang sama, harganya menjadi 6.684,18 dolar AS per WMT.

Penurunan ini disebabkan aksi ambil untung dan penguatan dolar AS.

Harga tembaga global juga sedang dalam fase konsolidasi.

Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) sempat menyentuh 13.000 dolar AS per ton.

Bahkan sempat mencapai 13.300 dolar AS per ton pada 11 Februari 2026.

Namun, kemudian terkoreksi ke kisaran 12.500-12.700 dolar AS per ton.

Lalu, kembali bergerak mendekati 13.200 dolar AS per ton di akhir Februari 2026.

Tommy menjelaskan harga tembaga turun 1,44 persen.

Harga perak juga turun 15,09 persen, sementara emas naik 1,31 persen.

Ketentuan ini tertuang dalam Kepmendag Nomor 375 Tahun 2026.

Kepmendag ini mengatur HPE dan Harga Referensi produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar.

Berlaku untuk periode 1-14 Maret 2026, terhitung sejak 27 Februari 2026.

Penetapan HPE dan HR didasarkan pada masukan teknis Kementerian ESDM.

Referensi harga pasar internasional juga menjadi pertimbangan.

Harga tembaga mengacu pada LME, sedangkan emas dan perak mengacu pada LBMA.

Proses penetapan melibatkan berbagai kementerian terkait.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga turut terlibat.

Selain itu, ada Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

Tags: Ekonomi, Emas, Harga

You May Also Like

Perbaikan Jalan Nasional di Parung Ditargetkan Selesai 2 Bulan
AKBP Didik Diduga Terima ‘Uang Keamanan’ dari Bandar Narkoba

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan