Sedikitnya empat warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Gaza. Bangunan itu menjadi tempat berlindung pengungsi.
Serangan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap “gencatan senjata” yang disepakati pada Oktober lalu.
Tim penyelamat bergegas membawa korban luka ke rumah sakit terdekat setelah serangan di lingkungan Nassr.
Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan Israel telah melanggar “gencatan senjata” sebanyak 1.520 kali sejak 10 Oktober.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 581 orang tewas dan 1.553 terluka sejak saat itu.
Bangunan tempat tinggal itu digunakan sebagai penampungan bagi warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat perang.
“Orang-orang terpaksa berlindung di bangunan yang rusak sebagian ini karena kurangnya tempat tinggal akibat kehancuran sebagian besar bangunan di Gaza,” kata seorang sumber.
Pelanggaran perjanjian gencatan senjata ini menimbulkan kekhawatiran di wilayah tersebut.
Serangan itu telah menyebar kepanikan dan membuat warga bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Di tempat lain, pasukan Israel menembak mati seorang petani Palestina, Khaled Baraka, di timur Deir el-Balah.
Militer Israel juga mengklaim telah menewaskan empat pejuang yang muncul dari terowongan di Gaza selatan.
Hamas menggambarkan insiden itu sebagai “perlawanan heroik”.
Hamas menyatakan bahwa puluhan pejuangnya bersembunyi di terowongan Gaza selatan, di bawah wilayah yang dikuasai Israel.





















