Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat. Presiden baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke sejumlah negara.
Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan mendarat saat hujan mengguyur Ibu Kota. Selain Wapres Gibran, hadir juga sejumlah pejabat tinggi negara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga tampak menyambut kedatangan Presiden.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo meliputi Amerika Serikat, Kerajaan Yordania Hasyimiah, dan Persatuan Emirat Arab. Di Amerika Serikat, Presiden menghadiri KTT Board of Peace.
Dalam KTT tersebut, Indonesia menegaskan dukungannya terhadap perdamaian di Palestina. Presiden Prabowo juga menyebut dirinya telah mempelajari gagasan Presiden Trump terkait perdamaian.
Setelah KTT, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mereka membahas kesepakatan tarif timbal balik yang telah lama dinegosiasikan.
Kedua kepala negara menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang menguntungkan kedua negara. Indonesia mendapat tarif 0 persen untuk 1.819 produk, termasuk komoditas unggulan.
Selanjutnya, Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan perjanjian antara BPI Danantara Indonesia dan Arm Limited di London, Inggris.
Kerja sama ini menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.
Di Yordania, Presiden Prabowo bertemu dengan Raja Abdullah II. Pertemuan membahas perdamaian di Palestina dan keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.
Kedua pemimpin juga membahas langkah-langkah menjaga momentum perdamaian dan stabilitas kawasan. Yordania memiliki posisi strategis dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.
Di Uni Emirat Arab, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden PEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan ini mempererat kemitraan strategis Indonesia dan PEA.
Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang. Hal ini bertujuan untuk kepentingan nasional dan stabilitas kawasan.





















