Pemerintah Panama dilaporkan menggeledah dan menyita properti dari anak perusahaan sebuah perusahaan Hong Kong.
Perusahaan tersebut, Panama Ports Company (PPC), adalah bagian dari konglomerat CK Hutchison.
PPC menuduh pemerintah Panama bertindak melanggar hukum dan mengambil properti mereka.
Penggeledahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan AS-China terkait kendali atas Terusan Panama.
Sebelumnya, Mahkamah Agung Panama membatalkan perjanjian yang memberikan PPC kendali atas dua pelabuhan kanal.
Pengadilan menyatakan bahwa konsesi tersebut tidak konstitusional.
China mengecam penyitaan pelabuhan dan penunjukan sementara Maersk dan MSC untuk mengelola pelabuhan.
Presiden Panama, Jose Raul Mulino, memperingatkan China untuk berhati-hati dalam manuvernya.
Dua pelabuhan tersebut, Balboa dan Cristobal, menangani sekitar 39% dari lalu lintas kontainer Panama.
Pelabuhan-pelabuhan ini terletak di pintu masuk Terusan Panama, tetapi tidak berada di bawah pengawasan Otoritas Terusan Panama.
Sebelumnya, CK Hutchison telah setuju untuk menjual sejumlah pelabuhan, termasuk terminal Panama, ke konsorsium yang dipimpin oleh BlackRock dan MSC.
Kesepakatan ini ditentang oleh Beijing tetapi disambut baik oleh Trump.
Seperti yang dilansir dari Al Jazeera, kesepakatan ini menghadapi penundaan berulang.





















