Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke berbagai kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan ini dikonfirmasi oleh Presiden AS.
Donald Trump menyebut operasi ini sebagai “operasi tempur besar”. Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel dan pangkalan AS.
Serangan terjadi di tengah negosiasi nuklir antara AS dan Iran. Ketegangan meningkat dalam beberapa minggu terakhir.
Kantor berita Fars melaporkan ledakan di Teheran sekitar pukul 9:27 pagi waktu setempat. Saksi mata melihat asap mengepul dari beberapa bagian kota.
Israel mengumumkan serangan rudal ke target di Iran. Seorang pejabat AS mengkonfirmasi operasi gabungan dengan Israel.
Trump menyatakan operasi ini “masif dan berkelanjutan”. Departemen Pertahanan AS menyebut misi ini “Operation Epic Fury”.
Beberapa rudal menghantam Universitas Street dan area Jomhouri di Teheran. Kantor berita AP melaporkan serangan dekat kantor Ayatollah Ali Khamenei.
Ledakan juga dilaporkan di Kermanshah, Qom, Tabriz, Isfahan, Ilam, Karaj, dan Lorestan.
Trump menargetkan penghancuran rudal dan industri rudal Iran. Ia juga mengancam akan melenyapkan angkatan laut Iran.
Trump menawarkan amnesti kepada personel militer Iran jika mereka menyerah. Namun, ia memperingatkan konsekuensi jika melawan.
Serangan ini dipicu oleh perselisihan bertahun-tahun terkait program nuklir Iran. AS dan Israel mengklaim program nuklir Iran mengancam keamanan mereka.
Iran membantah memiliki niat membuat bom nuklir. Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir.
Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel dan pangkalan AS di wilayah tersebut. Perdana Menteri Israel Netanyahu mengatakan operasi akan berlanjut.





















