Perayaan Natal, dengan kehangatan keluarga dan liburan akhir tahun, menjadi momen yang dinanti. Namun, tidak semua orang merasakan hal yang sama. Beberapa publik figur justru memilih untuk menghindarinya karena berbagai alasan.
Stres menjadi salah satu penyebab utama. Tekanan untuk selalu bahagia, ekspektasi sosial, perbedaan nilai pribadi, hingga tradisi keluarga yang kurang harmonis dapat membuat perayaan Natal terasa membebani. Faktor psikologis seperti kecemasan sosial dan kelelahan mental juga berperan.
Alasan ekonomi juga tidak bisa diabaikan. Biaya perjalanan, hadiah Natal, dan kebutuhan selama perayaan dapat menjadi beban finansial bagi sebagian orang, membuat mereka memilih untuk menghindarinya.
Miley Cyrus, melalui lagunya “My Sad Christmas Song”, mengungkapkan perasaan kesepiannya saat Natal. Ia merasa terasing meski dikelilingi keluarga dan teman. Cyrus juga menyebut momen Natal dan Tahun Baru sebagai pemborosan waktu dan uang.
Marion Cotillard mengaku tidak pernah merasakan semangat Natal, bahkan sejak kecil. Noel Gallagher, personel band Oasis, secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap Natal yang dianggap membosankan. Ozzy Osbourne bahkan minum banyak minuman keras untuk melewati malam Natal karena tidak menyukai budaya konsumerisme yang muncul pada momen tersebut.























