Gambar yang dihasilkan oleh AI semakin sulit dibedakan dari foto asli. Model AI terus berkembang, mengurangi kesalahan umum seperti jumlah jari yang salah pada tangan manusia.
Salah satu kelemahan utama AI sebelumnya adalah dalam menghasilkan teks. Teks dalam gambar AI seringkali tidak akurat, dengan huruf yang berulang atau karakter yang tidak jelas.
Namun, model AI terbaru semakin mahir dalam menghasilkan teks yang realistis. OpenAI telah merilis Images 2.0 untuk ChatGPT, yang mampu menghasilkan teks yang sangat realistis.
Menurut OpenAI, Images 2.0 adalah model gambar pertama mereka dengan kemampuan berpikir. Model ini dapat memecah permintaan menjadi langkah-langkah yang lebih rinci, menghasilkan gambar yang lebih akurat.
Selain itu, model ini dapat menghasilkan hingga delapan gambar dari satu perintah, meskipun fitur ini hanya tersedia untuk pelanggan berbayar. Pengguna gratis masih dapat memanfaatkan peningkatan Images 2.0, seperti pencarian web untuk informasi dan pemeriksaan ganda.
OpenAI mengklaim bahwa gambar yang dihasilkan oleh ChatGPT kini terasa lebih “didesain secara intensif” dan tidak terlalu seperti hasil AI.
Perusahaan sangat percaya diri dengan model terbarunya. Mereka menyoroti kemampuannya untuk membuat berbagai jenis gambar, termasuk gambar fotorealistik, tangkapan layar antarmuka pengguna komputer, kolase majalah, dan bahkan esai tulisan tangan dengan noda kopi.
Peningkatan pada generasi teks sangat signifikan. ChatGPT sekarang dapat menghasilkan menu restoran Italia yang realistis atau artikel surat kabar tanpa kesalahan yang jelas.
Meskipun gambar-gambar ini mungkin belum sempurna dan masih memiliki “kilau” AI yang dapat dikenali oleh mata yang terlatih, kemajuan ini sangat mengesankan.
OpenAI mengakui bahwa Images 2.0 masih kesulitan dengan tugas-tugas kompleks seperti teka-teki dan detail tersembunyi.
Namun, gambar yang dihasilkan cukup meyakinkan untuk menipu sebagian besar orang. Infografis, foto, peta, komik, dan poster film akan semakin banyak dihasilkan oleh AI, seringkali tanpa kita sadari.
Dengan Images 2.0, ChatGPT bersaing dengan model AI lainnya seperti Google’s Nano Banana Pro.
Seiring perkembangan teknologi AI, penting untuk terus mengembangkan cara untuk mendeteksi gambar yang dihasilkan oleh AI dan memverifikasi keaslian konten visual.





















