Teheran meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Juru bicara Kemlu Iran, Ismail Baghaei, menyatakan bahwa Iran siap menyerang semua fasilitas utama AS dan Israel di kawasan tersebut.
Ancaman ini disampaikan sebagai respons atas serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran. Baghaei menyebut serangan Iran sebagai aksi balasan yang sah.
“Semua target utama AS dan Israel di kawasan ini akan menjadi sasaran serangan kami,” tegas Baghaei kepada Al Jazeera.
Iran berdalih memiliki hak untuk membela diri. Teheran mengklaim serangan mereka menyasar fasilitas yang digunakan untuk menyerang Iran.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan serangan terhadap Iran. Status darurat diberlakukan di seluruh wilayah Israel.
AS juga mengakui melancarkan serangan udara dan laut terhadap sejumlah target di Iran. Hal ini semakin memperburuk situasi.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan roket ke Israel. Gelombang pertama serangan telah dikonfirmasi.
Iran juga meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel. Aksi ini merupakan tanggapan atas agresi yang dilakukan oleh Israel terhadap Iran.
Serangan balasan Iran tidak hanya menargetkan Israel. Sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah juga menjadi sasaran.
Pangkalan-pangkalan tersebut berlokasi di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Serangan ini meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.
Konflik ini menambah daftar panjang ketegangan di Timur Tengah. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional.
Upaya diplomasi dan de-eskalasi sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah mencegah konflik yang lebih besar dan stabilisasi kawasan.
Dikutip dari Sputnik-OANA.





















