Prabowo Satu-Satunya Kepala Negara yang Bertemu Bilateral dengan Trump

InternasionalNasionalPolitik
Views: 7

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menjadi satu-satunya kepala negara yang mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden AS, Donald Trump. Pertemuan ini terjadi di sela-sela agenda Board of Peace di Washington DC.

“Kemarin ada lebih dari 15 kepala negara yang hadir,” ujar Teddy di Hotel Four Seasons, Washington DC, Jumat. “Presiden Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump.”

Dalam pertemuan penting ini, Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian perdagangan yang signifikan. Perjanjian ini menetapkan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk produk impor Indonesia.

“Saya ingin menegaskan, perjanjiannya memang menetapkan tarif 19 persen. Sebelumnya, tarifnya mencapai 32 persen,” jelas Teddy.

Selain itu, disepakati pula tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan nasional. Produk-produk ini meliputi sektor pertanian dan industri, seperti kopi, kakao, minyak kelapa sawit, dan semikonduktor.

Setelah penandatanganan perjanjian, Presiden Prabowo dan Presiden Trump melanjutkan pertemuan. Pertemuan lanjutan ini berlangsung selama sekitar 30 menit, membahas berbagai isu lainnya.

Seskab menambahkan bahwa perkembangan lebih lanjut terkait kesepakatan ini akan diumumkan dalam waktu dekat. Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan dagang antara kedua negara.

Pertemuan bilateral ini menunjukkan hubungan yang kuat antara Indonesia dan Amerika Serikat. Hal ini juga mencerminkan pengakuan terhadap peran penting Indonesia di kawasan.

Perjanjian perdagangan ini diharapkan membawa manfaat besar bagi ekonomi Indonesia. Dengan penurunan tarif, produk Indonesia akan lebih kompetitif di pasar Amerika Serikat.

Selain itu, tarif 0 persen untuk produk unggulan akan mendorong ekspor Indonesia. Hal ini akan meningkatkan pendapatan negara dan menciptakan lapangan kerja.

Kesepakatan ini merupakan hasil diplomasi yang intensif antara kedua negara. Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan hubungan ekonomi dengan berbagai negara mitra.

Diharapkan, kesepakatan ini akan menjadi landasan untuk kerjasama yang lebih erat di masa depan. Indonesia dan Amerika Serikat memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan.

Perkembangan lebih lanjut mengenai kesepakatan ini akan terus dipantau dan diinformasikan kepada publik. Seperti yang dilansir dari Kantor Berita ANTARA.

Tags: Donald Trump, Perjanjian Dagang, Prabowo Subianto

You May Also Like

Pertemuan Dewan Perdamaian Trump Bahas Gaza, Apa Artinya?
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Diprediksi Hujan Sabtu Ini

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan