40 Tahun Revolusi People Power Filipina, Marcos Jr. Hadapi Tuntutan Reformasi

BeritaInternasionalPolitik
Views: 9

40 tahun setelah Revolusi People Power yang menggulingkan ayahnya, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menghadapi tekanan untuk melakukan reformasi.

Marcos Jr. didesak untuk memberantas dinasti politik yang dianggap sebagai sumber korupsi.

Sentimen publik berubah setelah skandal korupsi proyek pengendalian banjir yang mencapai miliaran dolar.

Kritik meningkat terhadap kepemimpinan Marcos Jr., yang dianggap mengecewakan.

Analis politik Andrew Masigan menyebut terpilihnya Marcos Jr. sebagai kesalahan pemilih.

Masigan menilai Marcos Jr. hanya ingin ‘mencuci’ nama baik keluarga Marcos.

Pertumbuhan ekonomi Filipina melambat menjadi 4,4% pada tahun 2025, di bawah target pemerintah.

Investasi asing juga menurun tajam, sementara pengangguran meningkat.

Skandal korupsi telah merusak legitimasi Marcos Jr. sebagai pemimpin nasional.

Filipina turun peringkat dalam indeks persepsi korupsi Transparency International.

Marcos Jr. dituduh menyetujui anggaran dengan proyek infrastruktur bermasalah.

Beberapa anggota keluarga Marcos juga terlibat dalam skandal tersebut.

Untuk memperbaiki citranya, Marcos Jr. didesak untuk segera mengesahkan undang-undang anti-dinasti politik.

Tags: Filipina, Korupsi, Marcos Jr.

You May Also Like

Zelenskyy dan Trump Bahas Perdamaian, Rencanakan Pertemuan Tingkat Tinggi
Kebijakan Deportasi Trump ke ‘Negara Ketiga’ Ilegal, Kata Hakim AS

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan