Imigrasi Bali Antisipasi WNA Overstay Akibat Konflik Timur Tengah

BeritaInternasionalNasional
Views: 5

Imigrasi Ngurah Rai, Bali, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi WNA yang overstay.

Hal ini dipicu gangguan penerbangan internasional akibat konflik di Timur Tengah.

Kepala Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menyatakan pemantauan intensif.

WNA berpotensi overstay karena pembatalan penerbangan.

Mereka tidak dapat meninggalkan Indonesia sesuai jadwal.

Imigrasi meminta WNA segera melapor jika izin tinggal hampir habis.

Pelaporan bisa dilakukan di kantor imigrasi atau pos layanan bandara.

Penanganan akan sesuai aturan perundang-undangan.

Kondisi force majeure akibat gangguan penerbangan akan dipertimbangkan.

Imigrasi memastikan penanganan profesional dan proporsional.

Prinsip kepastian hukum dan pelayanan publik tetap dijunjung tinggi.

Calon penumpang rute transit Timur Tengah diimbau memeriksa status penerbangan.

Koordinasi dengan maskapai sebelum ke bandara juga penting.

Prioritas utama adalah pelayanan administrasi keimigrasian yang baik.

Imigrasi Ngurah Rai menambah personel di setiap shift.

Penambahan lima orang di kedatangan dan keberangkatan internasional.

Hal ini mengantisipasi lonjakan antrean penumpang.

Koordinasi dilakukan dengan otoritas bandara dan maskapai.

Pengawasan pergerakan rute dan aktivasi rencana kontingensi.

Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu penutupan wilayah udara.

Qatar, UEA, Bahrain, dan Iran terdampak penutupan.

Jadwal penerbangan internasional dari dan ke Bali juga terpengaruh.

Lima penerbangan utama dari Bali terdampak per 1 Maret 2026.

Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963), Emirates (EK369), Qatar Airways (QR961), dan Emirates (EK399).

Tags: Bali, Imigrasi, Timur Tengah

You May Also Like

TV Pemerintah Iran Konfirmasi Tewasnya Ali Khamenei
Iran Tunjuk Otoritas Sementara Usai Khamenei Meninggal

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan