Balen Shah: Rapper Jadi Walikota, Kini Incar Kursi Perdana Menteri Nepal

BeritaInternasionalPolitik
Views: 6

Balendra Shah, atau Balen, sosok berusia 35 tahun yang dikenal karena keberaniannya, kini menjadi pusat perhatian di Nepal. Dari seorang rapper hingga walikota Kathmandu, kini ia mengincar jabatan tertinggi di negara itu.

Pada tahun 2022, Balen mengejutkan dunia politik Nepal dengan memenangkan pemilihan walikota Kathmandu sebagai kandidat independen. Kemenangan ini menjadi simbol perubahan bagi banyak anak muda Nepal.

Setelah protes besar terhadap pemerintah pada tahun 2025, Balen muncul sebagai pendukung utama demonstran. Banyak aktivis muda menginginkannya menjadi pemimpin sementara, tetapi ia memilih mendukung mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki.

Menjelang pemilihan umum pertama sejak protes, Balen mencalonkan diri sebagai perdana menteri. Ia maju di Jhapa-5, melawan mantan Perdana Menteri KP Sharma Oli.

Oli adalah tokoh kuat di wilayah tersebut dan memimpin Partai Komunis Nepal (CPN-UML). Balen maju sebagai kandidat dari Partai Rastriya Swatantra (RSP), partai baru yang meraih 10% suara pada pemilu 2022.

Gaya komunikasi Balen yang blak-blakan menuai kritik. Ia pernah mengkritik partai-partai besar, India, China, dan Amerika Serikat, serta mengancam akan membakar simbol-simbol kekuasaan di Nepal.

Namun, banyak warga Nepal melihat Balen sebagai angin segar. Lebih dari 40% populasi Nepal berusia di bawah 35 tahun, tetapi sebagian besar pemimpin partai politik berusia 70-an.

Balen dikenal karena gayanya yang unik. Kacamata hitam persegi panjangnya menjadi tren di kalangan anak muda. Ia juga aktif di media sosial, dengan jutaan pengikut di berbagai platform.

Sebelum terjun ke politik, Balen adalah seorang rapper populer. Lirik-lagunya yang menyentuh isu sosial dan politik membuatnya digemari banyak orang.

Sebagai walikota, Balen dikenal tegas dalam menindak bangunan ilegal dan masalah sampah di Kathmandu. Tindakannya sering kali kontroversial, tetapi juga mendapat dukungan luas.

Meski begitu, banyak kritikus mempertanyakan kesiapan Balen untuk memimpin negara. Gaya komunikasinya yang frontal dan kurangnya pengalaman politik menjadi perhatian.

Namun, bagi banyak anak muda Nepal, Balen adalah harapan baru. Mereka percaya bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk membawa perubahan bagi negara mereka.

Pemilihan mendatang akan menjadi ujian bagi Balen. Apakah ia mampu mengubah popularitasnya menjadi dukungan politik yang nyata? Waktu akan menjawabnya.

Tags: Balen Shah, Nepal, Pemilu

You May Also Like

Netanyahu Janjikan Intensifkan Serangan ke Teheran dengan Dukungan AS
Warga Beirut Mengungsi Pasca Serangan Israel, Hezbollah Lancarkan Serangan Balasan

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan