Israel Lancarkan Serangan Darat ke Lebanon, Ketegangan Meningkat di Tengah Perang Regional

BeritaInternasionalPolitik
Views: 9

Militer Israel mengumumkan operasi darat baru di Lebanon selatan. Serangan ini dilakukan sebagai bagian dari “pertahanan maju” di sepanjang perbatasan.

Sumber militer Lebanon mengatakan pasukannya mundur dari area perbatasan. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan mereka di tengah meningkatnya serangan Israel.

Kantor berita nasional Lebanon melaporkan evakuasi posisi terdepan oleh tentara Lebanon. Reuters menyebutkan penarikan dari setidaknya tujuh posisi operasi di sepanjang perbatasan.

Seorang pejabat senior Hezbollah menyatakan bahwa serangan Israel memaksa mereka untuk “kembali melakukan perlawanan”. Mahmoud Qmati menegaskan bahwa “era kesabaran telah berakhir”.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan pasukannya untuk merebut wilayah tambahan di Lebanon. Tujuannya adalah mencegah serangan terhadap pemukiman perbatasan Israel.

Juru bicara militer, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, mengatakan pasukan telah ditempatkan di titik-titik tambahan di perbatasan. Hal ini dilakukan untuk melindungi warga sipil dari serangan Hezbollah.

Analis keamanan, Ali Rizk, mengingatkan agar pernyataan Israel ditanggapi dengan hati-hati. Menurutnya, ini belum tentu menjadi awal dari sesuatu yang besar di lapangan.

Israel juga membombardir Beirut untuk hari kedua berturut-turut. Hezbollah mengklaim telah menyerang pangkalan udara di Israel utara.

Serangan udara Israel menghantam pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh. Militer Israel mengeluarkan pemberitahuan pengungsian paksa untuk sekitar 59 area di Lebanon, termasuk Dahiyeh.

UNHCR melaporkan setidaknya 30.000 orang mengungsi dan mencari perlindungan di Lebanon. Banyak lainnya tidur di mobil atau terjebak kemacetan.

Hezbollah mengklaim serangan terhadap pangkalan udara Ramat David. Serangan itu menargetkan situs radar dan ruang kontrol dengan menggunakan “segerombolan drone”.

Serangan ini merupakan balasan atas serangan Israel di berbagai wilayah Lebanon. Pada hari Senin, serangan Israel di Beirut dan Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 52 orang dan melukai 154 lainnya.

Presiden Lebanon menyatakan bahwa larangan pemerintah terhadap aktivitas militer Hezbollah bersifat “final”. Ia menegaskan bahwa keputusan tentang perang dan damai hanya berada di tangan Beirut.

Tags: Hezbollah, Israel, Lebanon

You May Also Like

Rupiah Melemah Terpengaruh Perluasan Konflik AS-Israel ke Lebanon
AS dan Israel Serang Iran, Ketegangan Meningkat di Timur Tengah

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan