China telah meluncurkan kapal induk terbarunya, Fujian, pada 5 November 2025. Kapal ini menjadi kapal induk ketiga dan termodern dalam armada Tiongkok. Fujian diklaim sebagai kapal perang non-nuklir terbesar di dunia.
Fujian dilengkapi dengan ketapel elektromagnetik, yang hanya dimiliki oleh kapal induk AS, Gerald R. Ford. Sistem ini memungkinkan peluncuran pesawat yang lebih berat dengan muatan lebih besar.
Namun, Fujian memiliki kekurangan pada tata letak dek penerbangan. Tata letak ini berpotensi menyebabkan kemacetan saat peluncuran dan pemulihan pesawat.
Kelemahan ini dapat membatasi kemampuan kapal induk dalam meluncurkan dan memulihkan pesawat dengan cepat. Tempo peluncuran dan pemulihan pesawat sangat penting dalam operasi kapal induk.
Mantan kapten Angkatan Laut AS, Carl Schuster, menyatakan bahwa kemampuan operasional Fujian hanya sekitar 60% dari kelas Nimitz. Fujian diduga tidak dapat meluncurkan dan memulihkan pesawat secara bersamaan.
Masalah ini juga disinggung dalam sebuah dokumenter di TV China. Dokumenter tersebut menunjukkan pesawat yang mendarat melintasi dua ketapel peluncur sebelum mencapai area perawatan.
Meskipun memiliki kekurangan, Fujian tetap merupakan kemajuan signifikan bagi Angkatan Laut China. Sistem ketapel elektromagnetik memungkinkan peluncuran berbagai jenis pesawat dengan muatan yang lebih besar.
Sistem propulsi konvensional Fujian diduga menjadi penyebab kendala desain pada elevator dan area pendukung di bawah dek penerbangan. Propulsi nuklir memberikan lebih banyak ruang internal dan fleksibilitas desain.
Analis memperkirakan kapal induk China berikutnya, Type 004, akan menggunakan tenaga nuklir. Kapal tersebut diharapkan dapat mengatasi kekurangan tata letak yang ada pada Fujian.
Fujian dianggap sebagai desain transisional dalam pengembangan kapal induk China. Kapal ini menjembatani peralihan dari kapal induk ski-jump ke kapal induk bertenaga nuklir.
Dengan diresmikannya Fujian, China semakin mendekati tujuan untuk memiliki angkatan laut yang kuat. Kapal induk ini menjadi simbol kekuatan maritim China di dunia.
Meskipun memiliki beberapa kekurangan, Fujian tetap menjadi aset penting bagi Angkatan Laut China. Pengembangan kapal induk ini terus berlanjut untuk meningkatkan kemampuan maritim negara.
Seperti yang dilansir dari CNN, para analis menyoroti potensi keterbatasan dalam kemampuan peluncuran dan pemulihan pesawat Fujian karena desain deknya yang kurang optimal.





















