Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan melanjutkan perundingan tidak langsung terkait program nuklir pada awal Maret.
Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan harapan adanya kesepakatan sementara dalam perundingan ini.
Perundingan ini bertujuan untuk menjembatani perbedaan pandangan mengenai pencabutan sanksi AS dan pembatasan program nuklir Iran.
Iran bersedia mempertimbangkan langkah-langkah seperti ekspor uranium yang diperkaya dan pengurangan tingkat kemurniannya.
Pembentukan konsorsium pengayaan uranium regional juga menjadi opsi yang mungkin dibahas.
Namun, Iran menekankan pentingnya pengakuan haknya untuk melakukan pengayaan uranium secara damai.
Teheran tidak akan menyerahkan kendali atas sumber daya minyak dan mineralnya.
Meskipun demikian, Iran membuka peluang akses bagi kontraktor AS ke ladang minyak dan gasnya.
Putaran sebelumnya perundingan yang dimediasi Oman berlangsung di Jenewa pada 17 Februari.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan adanya kemajuan dan potensi penyusunan teks kesepakatan.
Kedua negara berupaya mencari titik temu untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Perundingan ini menjadi langkah penting dalam upaya meredakan ketegangan dan mencapai stabilitas regional.
Seperti yang dilansir dari Reuters, perundingan tidak langsung ini diharapkan membawa hasil positif bagi kedua belah pihak.





















