Kemenkes Gencarkan Imunisasi Campak Merespons Kasus WNA

KesehatanNasional
Views: 5

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat imunisasi campak dan rubella (MR) untuk anak PAUD dan TK. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap notifikasi Australia mengenai kasus campak WNA yang berkunjung ke Indonesia.

Andi Saguni dari Kemenkes menyatakan imunisasi MR akan digencarkan, terutama di wilayah dengan cakupan rendah. Imunisasi tambahan juga akan dilakukan di daerah yang mengalami KLB pada 2025-2026.

Kemenkes berupaya menggandeng pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Hal ini dilakukan karena masih ada penolakan vaksin di beberapa daerah.

Pada 2025, tercatat 116 KLB campak di 89 kabupaten/kota di 16 provinsi. Kasus suspek mencapai 63.769, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi lab. Sebanyak 69 kasus meninggal dunia.

Lima provinsi dengan KLB campak terbanyak pada 2025 adalah Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Pada 2026, terdapat 21 KLB suspek campak di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi. Sebanyak 13 KLB campak terkonfirmasi lab di 9 kabupaten/kota di 6 provinsi.

Hingga minggu ke-7, terdapat 8.224 kasus suspek, termasuk 572 kasus terkonfirmasi lab. Empat kasus meninggal dunia dengan CFR 0,05 persen.

Lima provinsi dengan KLB terbanyak pada 2026 adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Kemenkes juga memperkuat surveilans dan penanganan campak. Langkah-langkah tersebut meliputi isolasi, pemberian obat dan vitamin A, serta menyiapkan rumah sakit.

Mulya Rahma Karyanti dari RSCM menjelaskan campak sangat menular. Satu anak yang terinfeksi dapat menularkan ke 18 orang lainnya.

Campak dan rubella berbahaya bagi ibu hamil. Infeksi rubella dapat menyebabkan cacat pada bayi, seperti buta, tuli, dan kelainan jantung. Infeksi campak dapat menyebabkan keguguran.

Mulya menambahkan campak dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh anak, menyebabkan pneumonia, diare, dan ensefalitis. Ia berharap cakupan imunisasi campak mencapai lebih dari 95 persen.

Diharapkan dengan upaya yang dilakukan Kemenkes, penyebaran campak dapat dicegah dan dikendalikan.

Tags: Campak, Imunisasi, Kemenkes

You May Also Like

Janice Tjen dan Piter Melaju ke Semifinal Ganda Merida Open

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan