Tragedi di Laut Tengah: Puluhan Pencari Suaka Tewas di Libya dan Yunani

BeritaInternasionalNasional
Views: 2

Gelombang migrasi di Laut Tengah kembali memakan korban. Lima jenazah pencari suaka ditemukan terdampar di Libya. Tiga lainnya dilaporkan tewas di perairan Yunani.

Insiden ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan di jalur maritim tersebut. Ribuan orang setiap tahunnya nekat menyeberangi laut dengan harapan mencapai Eropa.

Di Libya, penemuan jenazah terjadi di kota pesisir Qasr al-Akhyar, dekat Tripoli. Warga setempat melaporkan temuan ini kepada pihak berwajib.

Hassan al-Ghawil, kepala investigasi kepolisian Qasr al-Akhyar, mengatakan bahwa jenazah tersebut berkulit gelap. Dua di antaranya adalah perempuan.

Warga juga sempat melihat jenazah seorang anak kecil terseret ombak kembali ke laut. Petugas dari Bulan Sabit Merah telah dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah.

Sementara itu, di Yunani, pihak berwenang menanggapi insiden terpisah di lepas pantai Kreta. Sebuah perahu kayu yang membawa migran dan pencari suaka dilaporkan terbalik.

Tiga jenazah ditemukan, dan setidaknya 20 orang berhasil diselamatkan. Para korban selamat sebagian besar berasal dari Mesir dan Sudan, termasuk empat anak di bawah umur.

Menurut laporan, perahu terbalik saat para penumpang mencoba naik tangga selama operasi penyelamatan. Sebuah kapal komersial terlibat dalam upaya tersebut.

Pencarian korban selamat terus dilakukan dengan melibatkan kapal patroli, pesawat, dan kapal dari Frontex, badan perbatasan Eropa.

Sebelumnya, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan bahwa sekitar 53 migran tewas atau hilang di lepas pantai Zuwara, Libya.

Pada Januari, IOM mencatat setidaknya 375 migran tewas atau hilang di Mediterania Tengah akibat cuaca ekstrem. Jumlah kematian diperkirakan lebih tinggi karena banyak yang tidak terdokumentasi.

Banyak migran dan pencari suaka yang berangkat dari Libya berusaha mencapai Kreta, pintu gerbang menuju Uni Eropa. Namun, perjalanan ini sangat berbahaya.

Laporan PBB menyebutkan bahwa migran di Libya berisiko menjadi korban pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, atau perbudakan. Dikutip dari Al Jazeera.

Tags: Laut Tengah, Libya, Migran

You May Also Like

Ribuan Tahanan Venezuela Ajukan Amnesti, Ratusan Dibebaskan
YouTube Premium Lite Kini Lebih Menarik dengan Fitur Baru

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan