Luma dan Wonder Project Luncurkan Studio Produksi Bertenaga AI: Innovative Dreams

AIFeaturedFilmTeknologi
Views: 5

Startup video AI, Luma, berkolaborasi dengan Wonder Project untuk meluncurkan Innovative Dreams, sebuah studio produksi yang fokus pada film dan TV berbasis nilai-nilai agama. Wonder Project dikenal dengan konten streamingnya di Amazon Prime.

Proyek pertama mereka adalah “The Old Stories: Moses”, dibintangi Ben Kingsley, yang akan tayang di Prime Video musim semi ini. Innovative Dreams bertujuan untuk menggabungkan teknologi AI Luma dengan keahlian para pembuat film.

Luma menyatakan bahwa Innovative Dreams adalah perusahaan layanan produksi yang memungkinkan kolaborasi real-time antara pembuat film dan Luma Agents. Luma Agents adalah alat AI yang menangani berbagai tugas kreatif seperti perubahan set, properti, pencahayaan, serta integrasi aktor.

Perusahaan menekankan bahwa pendekatan ini lebih unggul daripada proses virtual production konvensional, di mana elemen-elemen baru disatukan pasca-produksi. Luma menyoroti bahwa AI tidak hanya mempercepat dan mengurangi biaya, tetapi juga meningkatkan kualitas.

Luma bukan satu-satunya perusahaan yang beralih dari pengembangan alat ke produksi konten. Higgsfield juga meluncurkan serial orisinal, dan Wonder Studios sedang mengerjakan film dokumenter.

Peluncuran Innovative Dreams terjadi bersamaan dengan pernyataan dari Cristóbal Valenzuela, co-founder Runway, yang menyarankan agar studio film menggunakan AI untuk membuat lebih banyak film dengan anggaran yang sama. Amit Jain, CEO Luma, setuju bahwa AI dapat membuat pembuatan film lebih cepat, murah, dan efisien tanpa mengorbankan kualitas.

Wonder Project, yang didirikan pada tahun 2023, dipimpin oleh Jon Erwin dan Kelly Hoogstraten. Tujuan mereka adalah untuk menyediakan konten yang berfokus pada nilai-nilai agama secara global. Proyek pertama mereka, “House of David”, dirilis di Amazon Prime pada tahun 2025.

Innovative Dreams akan menggunakan proses “pembuatan film hybrid real-time” yang menggabungkan performance capture dan virtual production secara langsung dengan biaya yang lebih rendah. Alat AI Luma memungkinkan pengambilan gambar aktor di mana saja dan mentransfernya ke adegan photorealistic atau menghasilkan wajah baru yang sesuai dengan gerakan aktor.

Performance capture melibatkan aktor yang tampil di depan layar hijau dengan penanda untuk menangkap gerakan dan ekspresi mereka secara digital. Virtual production melibatkan aktor yang tampil di set dengan layar LED besar yang menampilkan lingkungan yang dihasilkan oleh mesin game real-time.

Luma bertujuan untuk mendemokratisasi teknik-teknik pembuatan film kelas atas yang sebelumnya membutuhkan anggaran besar. Bagi para pelaku industri, ini menandakan integrasi vertikal antara studio dan spesialis AI generatif.

Integrasi AI dalam pembuatan film memungkinkan pengurangan biaya VFX, biaya lokalisasi melalui sulih suara AI, dan kompresi timeline pasca-produksi. Pra-produksi juga mengalami kompresi melalui penggunaan AI dalam analisis naskah dan pemodelan anggaran.

Luma dan Wonder Project berharap kemitraan ini akan membawa perubahan signifikan dalam industri perfilman, memungkinkan pembuatan konten yang lebih efisien dan terjangkau. Kolaborasi ini juga bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran industri terkait tenaga kerja, kekayaan intelektual, dan kendali kreatif dalam penggunaan AI.

Seperti yang dilansir dari TechCrunch, kemitraan ini didukung oleh Amazon Web Services dan berfokus pada metode yang disebut “real-time hybrid filmmaking”.

Tags: AI, Film, Produksi

You May Also Like

Upscale AI Dikabarkan Akan Mendapatkan Valuasi $2 Miliar dalam Putaran Pendanaan Terbaru
Asyik! Sekarang Edit Komentar di Instagram Bisa Dilakukan, tapi Ada Batas Waktunya

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan