Serangan Rudal Iran di Qatar Lukai 16 Orang, Puing Berjatuhan

BeritaInternasionalPolitik
Views: 5

Doha, Qatar – Sebanyak 16 orang terluka di Qatar akibat serpihan rudal yang mendarat di berbagai lokasi. Serangan ini terjadi setelah rentetan rudal Iran yang diklaim berhasil dicegat oleh pertahanan udara Qatar.

Brigadir Abdullah Khalifa Al-Muftah dari Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan, 66 rudal ditembakkan ke Qatar. Pihak berwenang menerima 114 laporan jatuhnya serpihan di seluruh negeri. Salah satu korban luka dalam kondisi serius.

Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan peringatan darurat. Masyarakat diimbau menjauhi lokasi militer dan tetap berada di dalam ruangan. Warga juga diminta tidak mendekati atau menyentuh puing-puing yang tidak dikenal, serta melaporkannya ke pihak berwenang.

Kementerian Pertahanan Qatar mengklaim berhasil mencegat gelombang serangan kedua yang menargetkan beberapa area. Semua rudal dicegat sebelum mencapai wilayah Qatar. Warga diminta tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk serangan rudal balistik Iran. Tindakan ini disebut “ceroboh dan tidak bertanggung jawab”, serta pelanggaran kedaulatan dan ancaman stabilitas regional.

Ibrahim Sultan Al-Hashemi dari Kementerian Luar Negeri menyebut serangan ini tidak sesuai dengan prinsip “bertetangga baik”. Qatar berhak merespons sesuai hukum internasional.

Kementerian juga menyerukan penghentian eskalasi dan kembali ke perundingan. Serangan rudal ini terjadi setelah serangan AS-Israel ke Iran, meningkatkan ketegangan di kawasan.

Reuters melaporkan bahwa Kuwait, Qatar, UEA, dan Bahrain mencegat rudal Iran. Yordania juga melakukan pencegatan. Ini bukan serangan pertama Iran ke Qatar.

Pada Juni 2025, saat perang 12 hari antara Iran dan Israel, Iran menembakkan rudal ke pangkalan udara Al Udeid, fasilitas penting bagi pasukan AS dekat Doha.

Serangan terbaru ini terjadi setelah AS dan Israel menyerang Iran, meningkatkan kekhawatiran konflik yang lebih luas. Kondisi ini meningkatkan tekanan pada negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS dan infrastruktur energi vital.

Perkembangan ini meningkatkan kecemasan di seluruh Teluk. Rutinitas Ramadan terganggu oleh peringatan serangan udara dan serpihan yang belum meledak. Para pemimpin menyerukan pengendalian diri di tengah kekhawatiran konfrontasi yang meluas.

Situasi ini menambah kompleksitas dinamika politik di kawasan Timur Tengah. Serangan balasan dan potensi konflik lebih lanjut menjadi perhatian utama.

Ke depannya, diplomasi dan de-eskalasi menjadi kunci untuk mencegah konflik yang lebih besar. Stabilitas regional bergantung pada langkah-langkah konstruktif dari semua pihak terkait.

Tags: Iran, Qatar, Rudal

You May Also Like

Ali Shamkhani, Pejabat Iran Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS-Israel
Politisi AS Bereaksi atas Serangan ke Iran: Republikan Mendukung, Demokrat Terpecah

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan