Presiden Trump dikritik karena menyerang Iran, yang dianggap menguntungkan Israel dan Benjamin Netanyahu.
Para analis berpendapat perang ini tidak sesuai dengan ideologi Trump atau kepentingan AS.
Serangan itu disebut sebagai ‘perang pilihan’ yang didorong oleh Israel, menurut Negar Mortazavi.
Netanyahu telah lama memperingatkan tentang ancaman nuklir Iran, meski tanpa bukti konkret.
Trump bahkan mengulangi klaim Netanyahu bahwa Iran mampu mencapai AS dengan misil.
Padahal, strategi keamanan AS sebelumnya memprioritaskan wilayah lain, bukan Timur Tengah.
Publik AS juga enggan terlibat dalam konflik baru setelah perang di Irak dan Afghanistan.
Serangan balasan Iran menargetkan basis AS, meningkatkan kekhawatiran akan jatuhnya korban.
Di sisi lain, ada upaya diplomasi antara AS dan Iran sebelum perang dimulai.
Jamal Abdi menilai Netanyahu ingin menggagalkan solusi diplomatik dengan Iran.
Trump mengklaim tindakannya untuk mencegah Iran mengancam AS.
Namun, kritikus berpendapat Iran tidak menjadi ancaman langsung bagi AS.
Kongres AS juga menyuarakan penolakan publik terhadap perang dengan Iran.





















