Serangan AS ke Iran Picu Tuntutan UU Kekuatan Perang

InternasionalPolitik
Views: 2

Serangan Amerika Serikat terhadap Iran telah memicu reaksi keras dari anggota parlemen Demokrat, yang menekankan kurangnya persetujuan dari Kongres. Mereka mengecam tindakan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan tidak perlu.

Senator Tim Kaine, anggota Komite Angkatan Bersenjata dan Hubungan Luar Negeri Senat, menyebut perintah Presiden Trump untuk menyerang Iran sebagai kesalahan besar. Dia mendesak Senat untuk segera melakukan voting pada resolusi Kekuatan Perang untuk memblokir tindakan militer lebih lanjut tanpa persetujuan Kongres.

Pemimpin Minoritas DPR, Hakeem Jeffries, juga menyampaikan keprihatinan serupa, menyatakan bahwa Demokrat di DPR berkomitmen untuk memaksa pemungutan suara mengenai langkah-langkah untuk membatasi kekuasaan perang Trump terkait Iran.

Serangan itu terjadi ketika Iran dan AS dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan baru di Wina. Senator Mark Warner menggambarkan serangan itu sebagai keputusan yang sangat penting yang berisiko menyeret AS ke dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Serangan AS dan Israel terhadap Iran berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah global. Beberapa perusahaan minyak besar telah menangguhkan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz.

China menyatakan keprihatinannya atas serangan militer terhadap Iran, menekankan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati. Rusia mengutuk keras serangan itu, menyebutnya sebagai tindakan agresi yang melanggar prinsip-prinsip hukum internasional.

Presiden Trump membenarkan serangan itu dan Iran menyatakan menyiapkan pembalasan. Seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa Teheran telah memberi tahu Israel untuk bersiap menghadapi apa pun yang akan datang.

Iran mengklaim berhak menyerang semua fasilitas AS dan Israel di kawasan itu sebagai balasan atas agresi mereka. Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya.

Reaksi internasional terus mengalir setelah serangan itu, dengan seruan untuk menahan diri dan kembali ke diplomasi. Beberapa politisi AS membela serangan itu, menggambarkannya sebagai respons yang diperlukan terhadap ancaman dari Iran.

Dmitry Medvedev mengecam serangan terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa semua negosiasi dengan Iran adalah operasi penyamaran. Perusahaan nuklir negara Rusia Rosatom mengevakuasi 94 orang dari Iran.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Senator Bernie Sanders mengajukan RUU yang bertujuan melarang penggunaan dana federal untuk aksi militer terhadap Iran tanpa persetujuan eksplisit dari Kongres.

Seperti yang dilansir dari Al Jazeera, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei mengatakan bahwa Iran akan menyerang semua target utama AS dan Israel di kawasan itu.

Presiden AS Donald Trump telah menandatangani RUU untuk mengakhiri penutupan pemerintah. RUU tersebut menyediakan dana untuk Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, dan lainnya hingga akhir tahun fiskal.

Tags: Amerika Serikat, Iran, Serangan

You May Also Like

Warga New York Protes Serangan AS ke Iran
Konflik AS-Iran Diduga Menguntungkan Israel, Picu Kontroversi

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan